Pengetian Loadbalancing
Apa itu loadbalancing pada jaringan internet?
Sesuai namanya “load balance” atau dalam bahasa indonesia “menyeimbangkan beban” adalah suatu cara /tehnik untuk membagi beban untuk mengantisipasi salah satu resource mengalami overload/kelebihan beban.
Loadbalancing yang dimaksud dalam bahasan ini adalah
Cara mendistribusikan traffic internet ke beberapa jalur internet ISP sesuai dengan kapasitas bandwidth .
tujuan nya agar kapasitas bandwidth meningkat sehingga internet lebih lancar walau dipakai oleh banyak user.
PENTING!!
Jadi loadbalance itu bukan menggabungkan 2 kecepatan internet supaya lebih kenceng (1m+1m=2m),
load balance hanya menambah kapasitas (bisa dipake lebih banyak user) speed tetap sama (1m+2m=2m+1m).
Makin banyak koneksi/user “load balance” akan makin imbang.
Apa manfaat/tujuan load balance Mikrotik?
Sudah sangat jelas kan?
Tujuan loadbalance bukanlah untuk menggabungkan kecepatan internet dari 2 ISP atau lebih agar lebih kenceng,
loadbalancing dipakai untuk membagi beban traffic internet ke beberapa jalur ISP sesuai kapasitas bandwidth nya agar kapasitas bandwidth meningkat sehingga bisa dipake lebih banyak user.
Dan yang terpenting adalah untuk menghindari terjadi overload/kelebihan beban di salah satu jalur yang berakibat internet lemot di client.
Bagaimana cara kerja loadbalancing ?
Mikrotik menyedikan beberapa algotirma yang bisa dipakai untuk loadbalancing.
Secara sederhana router akan menghintung banyaknya koneksi yang dibuat client ke internet dan berusaha membagi secara merata ke beberapa jalur ISP yang tersedia.
Router juga akan mengingat jalur-jalur tersebut untuk koneksi yang akan datangMetode Load Balance connection based & Bandwidth based
Ada 2 jenis metode loadbalance otomatis yang disesiakan oleh mikrotik,
loadbalance “berdasarkan koneksi” & “berdasarkan bandwidth”.
ECMP, NTH & PCC adalah algoritma loadbalance yang dibuat berdasar koneksi (connection based),
sedangkan untuk melakukan load balance berdasar bandwidth anda bisa menggunakan MPLS, Traffic eng.
Atau anda bisa membuat opsi ke 3 sendiri,
yaitu membuat loadbalance sesuai kebutuhan anda dengan mengkombinasikan yang telah disebut diatas dengan script atau policy routing buatan anda sendiri.
Saya Pakai Metode loadbalance PCC di Mikrotik
Saya biasa menggunakan metode PCC untuk projek saya karena mudah, gak rewel, jalan lancar, dan yang terpenting PCC punya banyak pilihan/opsi classifier dalam mengenali koneksi sebagai bahan perhitungan loadbalance.
Mulai dari src address, src port, dst address, dst port dan gabungan dari kesemuanya.
Jadi bisa cocok untuk banyak skenario jaringan yang saya tangani.
Pemilihan classifier yang tepat akan menentukan suksesnya loadbalance metode PCC,
karena classifier menentukan bagaimana suatu koneksi ditandai sebagai dasar load balance.
Metode PCC Load balance Mikrotik
Per connection classifier (PCC) adalah algoritma loadbalance otomatis yang disediakan oleh mikrotik yang perhitungan nya berdasarkan jumlah koneksi dari lan ke WAN yang dibentuk oleh user saat berinternet.
Metode ini adalah yang paling mudah yang merupakan penyempurnaan dari metode sebelum nya (ECMP & NTH).
cara load balance mikrotik menggunakan metode PCC
PCC hanya ada parameter:
Classifier
Denominator
Reminder
#1 Menentukan Connection classifier
src address, src port, dst address, dst port atau kombinasi dari kesemuanya digunakan untuk menentukan bagaimana router mengingat sebuah koneksi.
Jika anda memilih bot addresses and port, maka router akan mengingat sebuah koneksi berdasar src address, src port, dst address & dst port.
Contoh kasus:
Anda memilih classifier bot addresses and port
Jika sebuah client membuat koneksi ke server dengan dst port 80 dan dst port 443 maka router menganggp client tersebut membuat 2 koneksi.
Berbeda jika pada classifier anda memilih both addresses , maka router akan menganggap client tersebut hanya membuat 1 koneksi saja.

0 comments:
Post a Comment