Kecanggihan Mercedes-Benz EQS
Mercedes-Benz EQS mulai berani membuka identitasnya. Sedan listrik kelas atas ini tak hanya menawarkan kenyamanan dan kemewahan tapi juga teknologi yang serbacanggih.
Bahkan, boleh jadi EQS lebih hebat dari Sonderklasse konvensional. Cukup kuat diyakini kalau EQS akan dibekali segudang inovasi. Dari eksistensinya saja sudah bisa terbaca.
Ia siap membawa rancang bangun modular khusus jajaran kendaraan bertenaga listrik untuk kali pertama ke pasaran.
Adalah Electric Vehicle Architecture (EVA), pencipta diferensiasi besar dari seri konvensional - tidak seperti anggota yang saat ini sudah datang seperti EQC dan EQA.
Di balik platform itu pula berbagai terobosan teknologi dan kecanggihan diekspektasikan meramaikan sang sedan flagship. Banyak kehebatan bisa dinanti.
Meski begitu, minimal beberapa perlengkapan sudah dijelaskan lewat teaser video vertikal yang belum lama ini mereka unggah. Salah satunya adalah Torque Shift.
Torque Shift sendiri merupakan peranti pembagi porsi pengantaran di ke setiap poros roda tergantung beberapa variabel. Berusaha menyuguhkan pengantaran daya paling optimal tergantung dinamika berkendara.
Semua itu terlaksana berdasarkan perhitungan Central Powertrain Controller (CPC) sebagai otak pintar EQS. Mudahnya, membuat arah tikungan lebih presisi sekaligus meminimalisir selip sesuai input dari pengemudi.
Mungkin lebih fleksibel ketimbang torque vectoring dan konon bikin EQS jadi lebih hebat dari saudara satu kasta di ranah konvensional.
Bukan omong kosong belaka, pabrikan sendiri yang mengklaim hal itu. Bahkan dipresentasikan pembawa acara Felix Smith bersama chief engineer Mercedes EQ eDrive, Eva Greiner.
Dikutip dari Liputan 6

0 comments:
Post a Comment